Category: Dasar Fiqih


Air Wudhu


Air wudhu adalah air yang digunakan untuk berwudhu. Merupakan salah satu syarat dari wudhu adalah menggunakan air mutlak, yaitu air yang suci dan dapat mensucikan dari hadast dan khobats (kotoran dan kencing).

Bisanya air jenis ini adalah air yang mengalir, seperti air sungai, mata air dan sumur, air terjun, dan air hujan. Tapi bisa saja berupa air diam, dengan syarat air tersebut mencapai satu kurr.

Yang bukan dalam golongan air mutlak adalah air mudhaf, air mutanajjis dan air musta’mal. Air mudhaf adalah air suci tapi tidak mensucikan, seperti air buah-buahan dan air yang telah dicampur dengan zat lain, seperti air kopi, air teh, air gula, dll. Air mutanajjis adalah air mutlak yang bersentuhan dengan benda-benda najis seperti kotoran dan darah. Air jenis ini tidak suci dan tidak dapat mensucikan. Sedangkan air musta’mal adalah air mutlak yang sudah dipakai untuk bersuci dan atau untuk mensucikan diri dari khobats.

Selain daripada itu, air mutlak yang digunakan untuk wudhu haruslah air yang halal, wadah airnya pun jg harus halal dan tidak terbuat dari emas dan atau perak.

Advertisements


SYARAT, FARDHU dan SUNNAH WUDHU

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan sholat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, …”.(Al-Maidah:6)

Ayat di atas merupakan perintah yang jelas dari Rab kita bahwa sahnya sholat ditentukan oleh wudhu. Apabila menghendaki sholat kita diterima oleh Allah Azza Wa Jalla tidak boleh tidak harus wudhu sebelum melakukan sholat. Sehingga seorang muslim harus berupaya dapat melakukan wudhu sebagaimana wudhu yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam karena tidaklah sebuah ibadah diterima oleh Allah Azza Wa Jalla kecuali cara ibadah tersebut mencontoh dan meniru yang telah diajarkan oleh Rasul-Nya.

Imam Nawawi mengeluarkan sebuah hadits dalam kitabnya yang sangat terkenal yaitu Arba’in Nawawi pada No. 5 yaitu hadits dari Ummu Abdillah Aisyah Semoga Allah meridhoinya, berkata : Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda, “Barang siapa mengadakan hal baru dalam urusan (Agama) kami yang tidak termasuk bagian darinya, maka ia tertolak” (HR. Bukhari dan Muslim) dalam riwayat lain disebutkan, “Barang siapa mengamalkan amalan yang tidak diperintahkan oleh kami, maka ia tertolak”.
Continue reading



Wudhu secara bahasa: dari asal kata “al wadaa’ah”, yaitu kebersihan dan kesegaran. Secara istilah: Memakai air untuk anggota tertentu (wajah, kedua tangan, kepala dan kedua kaki) menghilangkan apa yang menghalangi untuk sholat dan selainnya.
Dalil dari Qur’an dan Sunnah:

1. Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 6

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فاغْسِلُواْ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُواْ بِرُؤُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَينِ

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki”
Continue reading